Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta

Resort pulau · Vila overwater · Beach club
RESORT TIDUNG
PULAU SERIBU
Gambaran proyek
Resort Tidung Pulau Seribu dibentuk sebagai rangkaian pengalaman pulau yang bergerak dari dermaga kedatangan menuju pusat resort, area hunian darat, vila overwater, dan fasilitas waterfront. Masterplan menggunakan sumbu pedestrian utama yang membelah lanskap kelapa, kemudian membuka diri ke kolam laguna sebagai orientasi kawasan. Unit-unit bungalow darat ditempatkan mengikuti tepi pulau agar memperoleh panorama laut sekaligus tetap terlindung oleh vegetasi, sementara vila overwater disusun pada cabang boardwalk yang memberi jarak, privasi, dan pengalaman menginap langsung di atas perairan. Restoran terbuka, pavilion komunal, beach club, dan kolam lengkung di ujung pulau menjadi simpul sosial yang mengikat seluruh sirkulasi. Bahasa desainnya merupakan interpretasi kontemporer arsitektur tropis kepulauan: massa rendah, atap pelana curam, pavilion terbuka, kisi-kisi kayu, overhang lebar, dan ruang transisi yang membingkai angin, cahaya, serta pemandangan laut.
Lihat informasi proyek lengkap+
Island resort · Overwater villas · Beach club
Palet material menekankan karakter alami dan ketahanan lingkungan pesisir: struktur, kolom, kisi-kisi, cladding, plafon, dan furniture dari kayu tropis; atap sirap bernuansa gelap; dinding dan lantai batu alam susun acak; deck kayu tahan cuaca; beton ekspos dan terrazzo pada area transisi; kaca lebar; metal berlapis proteksi korosi; ubin kolam bernuansa biru; serta elemen rotan dan anyaman pada interior. Perpaduan kayu hangat, tekstur batu yang kokoh, dan lanskap hijau membangun suasana resort yang natural, tenang, dan berakar pada konteks pulau.
Zonasi mengikuti bentuk memanjang pulau, garis pantai, arah datang, panorama, angin laut, dan kondisi perairan dangkal. Area publik ditempatkan pada pusat dan ujung waterfront agar mudah dicapai tanpa mengganggu zona menginap, sedangkan bungalow darat serta vila overwater membentuk lapisan privasi di sepanjang perimeter. Boardwalk menjadi tulang punggung sirkulasi yang menghubungkan dermaga, lobby, kamar, restoran, kolam, dan fasilitas laut. Bangunan diangkat dari tanah atau air, menggunakan overhang lebar, ventilasi silang, kisi peneduh, ruang semi-terbuka, dan vegetasi rapat untuk merespons panas, hujan, kelembapan, pasang, serta paparan garam.
Masterplan kawasan resort, studi zoning dan sirkulasi, konsep arsitektur tropis kontemporer, desain lobby dan arrival pavilion, bungalow darat, vila overwater, restoran terbuka, beach club, kolam laguna dan kolam waterfront, pengembangan material pesisir, lanskap, visualisasi 3D, serta pengembangan desain hospitality.

Masterplan — Pulau sebagai satu kesatuan
Satu pengalaman pulau yang utuh
Dilihat dari udara, resort ditata sebagai pengalaman pulau yang utuh, bukan kumpulan bangunan terpisah. Masterplan menghubungkan dermaga kedatangan, ruang hospitality utama, akomodasi darat, fasilitas waterfront, dan vila overwater melalui jaringan pedestrian yang jelas. Massa bangunan mengikuti tepi pulau sambil mempertahankan pandangan terbuka ke laut.

Sumbu utama pulau
Orientasi yang terbaca sejak kedatangan
Sumbu pedestrian utama membentuk orientasi spasial resort. Perjalanan dari area kedatangan secara bertahap membuka pandangan menuju laguna dan pavilion komunal, sehingga organisasi pulau dapat dipahami secara intuitif. Arsitektur dan lanskap bekerja bersama membingkai pergerakan dari pintu masuk menuju waterfront.

Arrival — Kontak pertama dengan resort
Bahasa tropis dimulai dari pavilion kedatangan
Pavilion kedatangan membentuk bahasa arsitektur Resort Tidung sejak momen pertama. Atap curam, struktur kayu yang hangat, dan batu alam bertekstur menghadirkan interpretasi kontemporer arsitektur pulau tropis. Overhang dalam melindungi pintu masuk, sementara vegetasi melembutkan transisi dari dermaga menuju resort.

Laguna sebagai jantung sosial
Air menjadi pusat orientasi pulau
Laguna menjadi pusat sosial sekaligus visual pulau. Kolam tidak diperlakukan sebagai fasilitas terpisah, melainkan bagian dari sistem orientasi masterplan. Pavilion tamu, akomodasi, dan sirkulasi ditata mengelilingi lanskap bersama ini untuk membangun hubungan kuat antara air, arsitektur, dan vegetasi tropis.

Pengalaman waterfront
Membawa horizon ke dalam arsitektur
Di tepi pulau, arsitektur menjadi lebih terbuka. Kolam waterfront dan deck kayu memperpanjang pengalaman tamu menuju laut, sementara jalur pedestrian yang teduh menjaga hubungan dengan bagian resort lainnya. Transisi antara lanskap, kolam, dan samudra dibuat bertahap agar horizon terasa menjadi bagian dari arsitektur.

Restoran terbuka
Rangkaian pavilion untuk iklim tropis
Restoran terbuka dirancang sebagai rangkaian pavilion tropis, bukan sebuah ruang makan tertutup. Rangka kayu, atap curam, dan bukaan lebar memungkinkan ventilasi silang sekaligus menjaga keteduhan sepanjang hari. Perubahan tinggi atap dan skala pavilion membentuk suasana makan yang berbeda tanpa memutus hubungan visual dengan lanskap pulau.

Detail material dan struktur
Ketukangan yang bekerja bersama iklim
Pada skala dekat, karakter resort dibentuk oleh pengulangan struktur kayu, layar berlapis, dan tepian atap yang dalam. Elemen tersebut tidak hanya dekoratif: semuanya menyaring cahaya tropis, mengurangi paparan matahari langsung, dan memberi pavilion terbuka kedalaman serta kualitas ketukangan.

Hospitality sebagai pengalaman
Arsitektur yang hidup pada skala manusia
Arsitektur pada akhirnya dialami dalam skala manusia. Suasana sarapan menunjukkan bagaimana pavilion mendukung kehidupan resort sehari-hari: cahaya yang tersaring, ventilasi alami, keteduhan yang lapang, dan hubungan langsung dengan lanskap menciptakan pengalaman hospitality yang santai sekaligus refined.

Teras dan pavilion berlapis
Ruang-ruang teduh yang mengarah ke laut
Teras restoran berkembang keluar sebagai rangkaian pavilion berlapis. Perbedaan level, tinggi atap, dan orientasi menciptakan beragam tempat duduk sambil mempertahankan kontinuitas visual menuju pulau dan laut. Hasilnya adalah bangunan yang terasa berpori, teduh, dan sangat dekat dengan lanskap.

Destinasi waterfront yang lengkap
Dari darat, pengalaman berlanjut ke atas air
Zona waterfront terakhir menyatukan program sosial utama resort: restoran, beach club, kolam, boardwalk, dan akomodasi overwater. Dari udara, seluruh elemen terbaca sebagai satu destinasi terhubung yang memperpanjang pengalaman pulau dari darat menuju perairan, sekaligus mempertahankan karakter tropis masterplan yang terbuka.
Resort Tidung Pulau Seribu dirancang sebagai arsitektur transisi—dari darat menuju air, dari kedatangan menuju ketenangan, serta dari akomodasi privat menuju kehidupan bersama di pulau.
Kepulauan Seribu
DKI JakartaTipeIsland Resort
Overwater Villas
Beach ClubTahun2026
Proyek berikutnya
BANGKA MIX USE BUILDING — JAKARTA
Bangka, Jakarta Selatan · 2026Lihat proyek berikutnya ↗